Tradisi Siat Tipat Desa Adat Kapal: Ritual Kesuburan dan Kesejahteraan
Desa Adat Kapal
26/09/2026
2
Siat Tipat: Simbol Kesejahteraan dari Desa Adat Kapal
Desa Adat Kapal yang terletak di Kecamatan Mengwi, Badung, memiliki tradisi unik yang telah mendunia bernama Siat Tipat atau Perang Ketupat. Tradisi ini merupakan manifestasi rasa syukur masyarakat kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas melimpahnya hasil panen dan kesuburan tanah.
Sejarah dan Asal-Usul
Tradisi ini diyakini sudah ada sejak tahun 1339 Masehi. Konon, Siat Tipat diinisiasi oleh seorang pemuka agama bernama Ki Kebo Iwa untuk memohon kemakmuran bagi rakyat Desa Kapal. Ritual ini melambangkan pertemuan antara energi laki-laki dan perempuan yang memberikan kehidupan dan kesejahteraan bagi desa.
Makna Spiritual
Dalam ritual ini, Tipat (ketupat) melambangkan kekuatan feminin (pertiwi/bumi), sedangkan Bantal (jajanan khas Bali) melambangkan kekuatan maskulin (akasa/langit). Pertemuan keduanya melalui "perang" simbolis ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan alam dan mendatangkan kemakmuran.
Prosesi Pelaksanaan
Siat Tipat digelar setiap tahun sekali, tepatnya pada hari Purnama Kapat (sekitar bulan September atau Oktober) di depan Pura Desa/Puseh Desa Adat Kapal.
Tahapan Ritual:
1. Persembahyangan Bersama: Seluruh warga berkumpul untuk melakukan ritual doa demi kelancaran acara.
2. Pembagian Kelompok: Peserta pria dibagi menjadi dua kelompok besar yang saling berhadapan di jalan raya depan Pura.
3. Aksi Saling Lempar: Begitu aba-aba dimulai, ratusan ketupat melayang di udara. Warga saling melempar dengan penuh kegembiraan tanpa ada rasa benci.
4. Berbagi Berkat: Ketupat yang digunakan biasanya dibawa pulang kembali atau disebarkan di sawah karena diyakini dapat mendatangkan kesuburan bagi tanaman.
Daya Tarik Wisata
Siat Tipat adalah salah satu momen paling dinanti oleh fotografer dan wisatawan. Suasana riuh, ribuan ketupat yang terbang, dan semangat kebersamaan warga Desa Kapal memberikan pengalaman budaya yang sangat autentik dan tak terlupakan.
Tips Pengunjung: Karena acara ini diadakan di jalan utama (jalur Denpasar-Gilimanuk), pastikan Anda datang lebih awal untuk mendapatkan posisi menonton yang nyaman, karena akses jalan biasanya akan ditutup atau dialihkan sementara.